Senin, 11 Februari 2013

Masa SMA

Siang itu udara sangat gerah. Jam 12
siang dimana matahari tapat berada
di atas ubun-ubun, belum lagi jam
terakhir yang waktu itu diisi mata
pelajaran akutansi yang paling
membosankan. Aku hanya bisa
bengong mendengarkan penjelasan
dari guru wanita yang sudah
setengah baya itu. Aku sama sekali
tidak mengerti apa yang
diucapkannya. Benar-benar bikin
ngantuk....
Biasanya saat jam terakhir selalu
saja ada siswa yang minta ijin untuk
keluar kelas yang semuanya anggota
geng preman, entah dengan alasan
apa saja. Pokoknya bisa keluar and
ngilangin stress di dalam kelas. Tetapi
anehnya, siang itu benar-benar terasa
sangat berbeda. Nyaris tak ada
satupun geng preman yang keluar
kelas. Aku sendiri sebetulnya bukan
salah satu anggota geng itu, tapi
terkadang kalau mereka keluar, aku
juga ikut-ikutan. Biasanya sih kami
nongkrong di kantin atau kumpul-
kumpul di KM. Biasa... kalau lagi
jenuh geng preman suka rame-rame
ke Kamar Mandi dan cukup lama
mereka ada di sana. Kebetulan
kamar mandi di sekolah kami
berukuran besar, dan lebih mirip
kamar ganti sebenarnya yang di
dalamnya dilengkapi beberapa bilik-
bilik kecil untuk WC dengan masing-
masing dilengkapi sebuah bak mandi
di dalamnya.
Suatu waktu, salah satu anggota
geng preman, Aryo pernah
mengajakku ke Kamar Mandi
bersama anggota geng yang lain.
Karena aku juga penasaran dengan
apa yang mereka lakukan di dalam,
maka aku ikut aja. Begitu aku
masuk, semula mereka hanya
menyulut rokok. Mereka sempat
menawariku, tapi aku menolak
karena aku memang tidak suka
merokok. Rupanya mereka mencuri-
curi untuk merokok di dalam KM agar
tidak ketahuan guru.
Tetapi bukan itu saja... astaga... Aku
benar-benar terkejut karena begitu
selesai merokok, satu per satu dari
mereka melepas celana abu-abu
mereka sehingga tampak paha
remaja-remaja tanggung yang mulus
itu dengan sesuatu yang menonjol di
balik CD mereka yang tampak jelas.
Di antara mereka ada beberapa yang
menarik perhatianku dan membuatku
sempat terangsang, dua di antaranya
adalah Aryo dan David. Mereka
berdualah yang paling ganteng
diantara keempat anggota geng
preman itu. Aryo termasuk salah satu
cowok yang paling digemari siswi-
siswi, siapa pun gadis yang melihat
wajahnya yang putih mulus dan
berhidung mancung itu pastilah akan
langsung jatuh hati.
Sementara David lebih kekar, dia
adalah seorang pemain basket dari
team inti disekolah kami. Usai
melepas celana mereka masing-
masing (beberapa ada yang sampai
melepas CD mereka), mereka mulai
mengambil posisi berpasangan dan
mulai melakukan adegan layak
sensor. Mereka saling memagut
dengan liar satu sama lain. Mulai dari
bibir, telinga, leher dan turun ke
puting susu sampai saling menghisap
kontol mereka masing-masing.
Mereka mengisap keenakan seperti
sedang mengisap es krim saja. Aryo
berpasangan dengan David, pemuda
itu mengulum kontol David dengan
penuh gairah, sesekali ia menjilati
ujung kontol dan buah pelirnya
secara bergantian. Untuk beberapa
saat aku terperangah menyaksikan
itu. Gila.... benar-benar gila....
Aku sendiri termasuk lugu dalam
urusan itu, lagian aku tidak bisa
berbuat apa-apa kecuali mulai
meraba-raba kontolku. Aku mulai
menyelipkan tangan kananku di sela-
sela celana abu-abuku sambil
mengambil posisi duduk di
lantai.Kontolku yang panjangnya
sekitar 17 cm mulai menegang waktu
itu dan mengeluarkan cairan mani.
Aku lalu membuka restleting
celanaku dengan sedikit terburu-buru,
lalu ku tarik kontolku agar melesat
keluar dari sangkarnya. Benar saja,
kontolku langsung tegak berdiri
seperti tugu pahlawan.
Tiba-tiba Aryo mendekatiku yang
sedang kenikmatan bersolo seks. Ia
mulai menunduk di depan kedua
belah kakiku yang mengangkang. Ia
menghisap kontolku, persis seperti
yang ia lakukan pada David tadi,
sementara David setengah berdiri di
belakang Aryo sambil memasukkan
kontolnya yang tegang itu ke dalam
pantat Aryo.
"ahh..... enak.... terus.... hisap, Yo!!"
desahku sambil mendorong kepala
Aryo agar kontolku bisa masuk lebih
dalam lagi ke dalam mulutnya yang
mungil itu. Aryo memang benar-
benar jago dalam urusan yang satu
itu. Ia mempermainkan kontolku
dengan sangat lihainya naik turun
dengan nikmat.... "luar biasa nikmat!!"
desahku sambil menggosok-
gosokkan kedua tanganku ke
selangkanganku. Tiba-tiba setelah
cukup lama Aryo mengulum dan
menyedot kontolku di mulutnya, aku
tidak tahan lagi untuk mengeluarkan
spermaku yang langsung muncratke
mukanya. Aku menarik mukanya ke
berhadapan muka denganku. Aku
meraih dan memagut bibirnya yang
seksi itu, sambil memainkan lidahku
dengan lidahnya.
"Fer, kamu ternyata pintar juga ya!"
puji Aryo. Aku tidak pernah
melupakan pengalaman pertamaku
itu. Sejak itu aku rutin melakukannya
sekurangnya dua hari sekali bersama
geng preman, entah di kamar mandi
atau di rumah Aryo.
Tetapi siang itu, sialnya tidak ada
satu pun anggota geng preman yang
masuk sekolah. Mereka sepakat
bolos hari itu karena bertepatan
dengan hari terjepit nasional
(HARPITNAS). Aku sendiri merasa be-
te terus-terusan di kelas. Akhirnya
aku minta ijin pada bu Nisa, guru
akuntansi untuk keluar pipis. Aku
melangkah ke arah kamar mandi
dengan agak lesu. Tapi aku tahu
dengan jelas, apa yang akan aku
lakukan saat itu. Aku ingin pipis dan
sekalian mengeluarkan maniku
seperti biasanya karena aku benar-
benar merasa ketagihan sejak
kejadian bersama Aryo itu.
Aku mulai membuka restsleting
celanaku perlahan, dan
mengeluarkan kontolku yang masih
lemas dari dalam. Aku mengusapnya
maju mundur, sehingga kulupnya
mulai tidak muat lagi. dan kontolku
benar-benar tegang, cepat sekali
kontolku terangsang karena waktu
itu aku habis mencukur plontos
jambutku. Tetapi tiba-tiba aku
mendengar suara desahan seseorang
dari balik sebuah bilik yang ada di
dalam KM itu. Aku penasaran, tidak
biasanya ada siswa yang ke toilet itu
siang-siang begini. Toilet itu memang
jarang dipakai siswa karena letaknya
agak jauh dari ruang kelas,
umumnya mereka memakai toilet di
dekat kantor kepala sekolah.
Aku mencoba mengintip dari atas
bilik yang sedang berisi orang itu, aku
memanjat dari bak mandi bilik
sebelahnya. Astaga.... Sungguh
pemandangan yang luar biasa...
seorang adik kelasku sedang
bermain-main dengan "burung"
kesayangannya. Ia tampak begitu
menikmati permainan itu, sampai
mendesah pun ia tidak sadari. Anak
itu baru kelas 1, namanya Boses. Aku
tahu dia karena dia pun termasuk
idola para siswi di kelasku. anaknya
bertampang innocent dan jujur saja
sangat cakep plus imut-imut.Mukanya
bersih sekali dan penampilannya
modis.
Aku mencoba memanjat lebih tinggi
lagi agar lebih jelas melihatnya, saat
itu cowok keren itu sudah tidak pakai
celana, baju seragamnya ia angkat
ke atas dan dijepit dengan lehernya.
Sesekali ia mengocok kontolnya yang
berukuran tidak kurang dari 15 cm itu
dan kemudian menggesek-
gesekkannya ke bibir bak mandi.
Kemudian begitu ia memandang ke
atas, ia melihatku yang sedang
tertegun disana. Kontan saja, Boses
langsung salah tingkah. Ia cepat-
cepat merapikan bajunya dan
mengambil celananya yang
tergantung di dinding. Aku pun
segera turun dari tempat
pengintaianku, tapi bukan ke bilik
yang tadi tempat aku memanjat,
namun ke bilik yang ada Boses di
dalamnya.
"Tenang saja, ini rahasia kita.
Swearr... aku nggak akan cerita sama
siapapun" kataku pelan begitu dekat
dengan cowok itu. Aku dapat
mencium badannya yang wangi
untuk ukuran seorang laki-laki.
Kemudian tanpa komando lagi, tiba-
tiba saja bibirku sudah menjelajah di
seputar dada, perut dan jembut-
jembut halus yang menghiasipelir
Boses. Aku mulai melepas kancing
bajunya dan kemudian menaruh
kembali celananya yang belum
sempat ia pakai tadi di gantungannya
semula. Boses makin keenakan
merasakan sentuhan bibirku, berkali-
kali ia mengerang keenakan.
"Teruskan mas....enak banget!!"
erangnya berkali-kali.
Setelah itu kami saling berpagutan
lama sekali. Aku merasakan
nikmatnya bibirnya yang tipis dan
sensual itu.
"Ses, buka bajuku...sayang!" pintaku
kemudian sambil kemudian memagut
lehernya. Tanpa ragu-ragu lagi Boses,
melucuti satu persatu pakaian
seragamku, ia membuka satu persatu
kancing bajuku, kaus kutang, celana
panjangku dan sampai cawatku di
tariknya dengan perlahan sampai
lepas. Kami berdua benar-benar
telanjang bulat. Setelah semua
pakaianku dilepasnya, Boses,
mengigit mesra pinggangku dan
kemudian turun perlahan ke kontolku
yang sudah tegang dari tadi. Ia
menarik mulutnya maju mundur
sambil mengulum kontolku sehingga
kontolnya menjadi basah karena air
liurnya. Tapi aku benar-benar tidak
perduli dengan itu, yang kurasakan
hanya kenikmatan...
"Sedot, ses!" pintaku lagi padanya.
Sepertinya aku harus banyak
mengajari cowok yang masih lugu
ini. Kemudian ia menyedot
kontolku...."Wouwww, nikmatnya!!!"
Setelah puas memainkan kontolku di
mulutnya, Boses berhenti untuk
sesaat. Aku mengambil kesempatan
itu untuk mengambil alih kendali. Aku
sandarkan tubuh Boses di bak mandi
sehingga badannya agak tertekuk ke
belakang. Kontol Boses tepat
menjulur di depanku, kini ganti aku
yang bermain karaoke, aku meremas
kontol Boses dengan lembut dengan
kedua telapak tanganku. Aku
mengocoknya perlahan dan
kemudian makin cepat,
"Mas.... aku udah mau keluar nih...."
katanya mengerang.
Aku segera memasukkan kontolnya
ke dalam liang mulutku dan
membantu menyedotnya. Dan....
"crooot... crottt.... croott" cairan
sperma kelelakian Boses tumpah
ruah di dalam mulutku. Agak hangat
dan asin, tetapi aku sungguh
menikmatinya. Boses tampak
kelelahan, ia memegang kedua
lututnya seperti habis lari maraton.
Aku mengelus kontolnya dengan
lembut, tetapi kontol itu belum juga
mau kembali tegak.
"Boses, aku pengen ngentot kamu!"
Boses agak heran dengan kata-kata
itu, baru sekali ini ia mendengarnya.
"Apaan tuh, mas?" tanyanya dengan
lugu.
"Sini, mendingan aku langsung
tunjukin daripada aku jelasin capek-
capek, tapi kamu nggak ngerti juga!"
Aku langsung membalikkan tubuhnya
sehingga ia setengah nungging di
hadapanku. Boses hanya menurut
saja ketika aku membolak-balik
badannya.
Kemudian aku memasukkan jariku
yang sudah kubasahi dengan air liur
ke dalam lipatan pantatnya, setelah
itu perlahan aku masukkan satu jari
ke dalam lubang pantatnya itu.
Pantat Boses tidak begitu besar
namun berisi. Semula Boses hanya
mengerang menahan sakit, tetapi
kemudian www.ceritagay.uiwap.com ia mulai bisa
menikmatinya. Setelah ia bisa
menikmati permainan jari-jemariku,
aku mulai memasukkan kontolku ke
dalam lubang pantatnya.
"Blassss..." Kontolku yang plontos itu
masuk ke dalam pantatnya. Dan
kemudian seperti bermain biola, aku
mainkan kontolku maju mundur.
"achhh... enak mas.... lebih cepat!"
pintanya manja.
"Tahan yah, say.... pantat kamu enak
banget!" kataku sambil mengerang
keenakan. Aku mulai mempercepat
tempo permainanku.
Hari itu adalah awal dari semua
hubungan kami. Ini menjadi rahasia
kami berdua, geng preman pun tidak
pernah aku beri tahu tentang
"barang" baruku ini. Kami saling
menyayangi dan sejak hari itu pula
kami sering menghabiskan waktu
berdua. Boses, jujur kuakui... Kamu
benar-benar hebat!!

1 komentar: